23 Feb 2012

Menaksir

Salam Pramuka!!!
Pada suatu saat terkadang kita perlu untuk mengetahui berapakah lebar suatu sungai serta kedalamannya, tinggi suatu pohon, kecepatan suatu arus sungai, dan lain sebagainya, sedangkan pada saat itu kita tidak membawa peralatan yang memadai. Diperlukan suatu keterampilan untuk menaksir agar kita dapat mengetahui semua itu. Menaksir tentu saja bukan mencari ukuran yang sebenarnya, tetapi hanya melakukan suatu perkiraan dengan ketepatan minimal 80%. Ketepatan menaksir diperlukan pengalaman, sehingga membutuhkan latihan yang terus menerus untuk mengurangi tingkat kesalahan. Dan berikut ini adalah beberapa cara untuk menaksir.

A. Menaksir Lebar Sungai.
Berikut ini ada dua buah cara untuk menaksir lebar sungai :
1. Cara Pertama
Cara menaksir lebar sungai
  • Carilah patokan baik berupa batu, pohon, kayu atau apapun yang tidak bergerak di seberang sungai dan kita berdiri tepat tegak lurus menghadap patokan diseberang. Patokan itu kita beri nama titik A dan tempat kita berdiri saat ini disebut titik B.
  • Berjalanlah ke arah kiri (sepanjang tepi sungai) sejauh 10 meter hingga bertemu titik C. Berilah tanda berupa batu atau kayu pada titik C.
  • Dari titik C kita berjalan lagi ke kiri (sepanjang tepi sungai) sejauh 10 meter. Tempat berdiri sekarang disebut dengan titik D.
  • Dari titik D kita berjalan mundur (menjauh dari tepi sungai) tegal lurus dengan sungai, mata kita harus memperhatikan titik A dan C. Kita berhenti berjalan mundur sampai titik A, C dan kita berada pada garis lurus. Titik tempat kita berhenti disebut dengan titik E.
  • Jarak kita berdiri saat ini (titik E) dengan tepi sungai (titik D) adalah sama dengan lebar sungai. Artinya DE=AB.
2. Cara Kedua
Untuk menaksir lebar sungai dapat juga dilakukan dengan menggunakan perhitungan sudut, hal ini berhubungan erat dengan cara perhitungan sudut dalam segitiga sama kaki. Silahkan disimak ilustrasi berikut ini :
Menaksir lebar sungai dengan sudut. Klik gambar untuk memperbesar
  • Asumsikan kita berada pada titik B.
  • Carilah sebuah benda (pohon, batu, kayu, dll) yang berada di seberang sungai yang tegak lurus dengan tempat kita berdiri. Asumsikan benda itu sebagai titik A.
  • Untuk mulai menghitung, hadaplah ke kiri (90 derajat) tepat di tepi sungai lalu berjalan mundur sambil melihat kompas dan titik A.
  • Berhentilah apabila sudut 45 derajat pada kompas tepat menunjuk pada titik A. Tempat kita berdiri saat ini adalah titik C.
  • ABC adalah segitiga sama kaki, dengan ketentuan garis AB = garis BC. 
Dengan demikian, jarak perpindahan kita dari tempat semula ke tempat yang sekarang adalah sama dengan lebar sungai tersebut. Apakah bisa dipahami? Misal jarak BC = 10 meter, maka jarak AB = 10 meter juga. Sangat mudah bukan? Selamat mencoba.


3. Cara Ketiga
Untuk mengukur lebar sungai dengan cara yang lebih cepat, dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah topi. Pakailah sebuah topi dan aturlah ujung topimu sedemikian rupa sehingga garis pandangan matamu melalui tepi topi itu tepat ke arah bagian bawah patokan (akar pohon atau batu) kemudian belokkan badanmu 90 derajat tanpa merubah posisi kepala dan perhatikan garis matamu tadi jatuh pada tanah bagian mana dan mintalah temanmu untuk memberi tanda pada bagian tanah tersebut. Jarak kamu dengan tanda itu adalah lebar sungai.

Akan kami buatkan ilustrasi gambar untuk cara yang kedua ini, silahkan kembali lagi ke halaman ini.

1 komentar:

Dkd Lampung mengatakan...

Bagus nih kak, saya juga mau mendalami ilm,unya, ada juga beberapa refrensi di http://scoutlampung.wordpress.com

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan jejakmu

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification